admin June 24, 2020

Analisis, Media, Pemerintah, Terbaru dan Menteri BUMN dengan Gedung Mewahnya. (ist)

Di Olah Oleh : Fathullah, S. Donggo.

Sejak pelantikan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pada 23 Oktober lalu, perkembangan yang paling menonjol diperlihatkan oleh Kementerian BUMN. Pemberitaan terkait Kementerian BUMN dan kinerja Erick Thohir selaku menteri BUMN selalu berhasil menarik perhatian media. Genap tiga bulan menjabat sebagai menteri, program bersih-bersih BUMN dan otak-atik struktur yang dilakukannya sudah dapat dilihat. Secara langsung hal tersebut mampu memberikan citra baik bagi kepemimpinannya di Kementerian BUMN. Namun, berita buruknya, beberapa perusahaan pelat merah yang tersangkut skandal tidak baik harus tercoreng namanya karena menjadi bulan-bulanan media.

Netray memantau pemberitaan terkait topik BUMN di media daring selama kurun waktu 23 Oktober 2019-23 Januari 2020. Hal ini sehubungan dengan pelantikan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN periode 2019-2024 sekaligus menjadi titik awal perjalanan karirnya sebagai menteri. Berikut pantauan Netray selengkapnya.

Pemberitaan Topik BUMN

Topik BUMN diberitakan sebanyak 35.3 ribu kali oleh 124 media portal berbeda selama periode 23 Oktober 2019-23 Januari 2020. Pemberitaan terkait topik BUMN sebagian besar membahas isu Pemerintahan (43,6%) dan Keuangan (35%).

Pergerakan Topik dan Sentimen

Selama kurun waktu 3 bulan terakhir, pemberitaan untuk topik BUMN lebih banyak memuat sentimen positif. Meskipun demikian, di beberapa titik sentimen negatif pun sempat mengungguli sentimen positif, seperti terlihat pada periode 14-19 November, 6 Desember, dan 27 Desember.

Puncak Pemberitaan

Dari grafik di atas, terlihat bahwa topik BUMN tak pernah sepi dari pemberitaan. Puncak pemberitaan untuk topik BUMN terjadi pada 6 Desember 2019 dengan total 1,231 artikel. Pada periode tersebut, sentimen negatif lebih tinggi dari sentimen positif. Berikut puncak-puncak periode pemberitaan untuk topik BUMN selengkapnya.

  • 23-25 Oktober 2019: Pelantikan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan Budi Gunadi Sadikin (mantan Direktur PT Inalum) serta Kartika Wirdjoatmojo (mantan Dirut PT Mandiri Tbk) sebagai Wakil Menteri BUMN
  • 14 November: Pro Kontra Pemanggilan Ahok atas Instruksi Sebagai Bos BUMN serta Pemberhentian Sesmen dan Deputi Kementerian BUMN 
  • 22-25 November: Perombakan Jajaran Direksi dan Komisaris BUMN
  • 5-9 Desember: Erick Thohir Copot Dirut Garuda Ari Askhara, Skandal Penyelundupan Harley dan Brompton hingga Pemecatan 5 Direksi Garuda
  • 13 Desember: Anak dan Cucu Perusahaan PT Pertamina dan Garuda Indonesia
  • 23 Desember: Pengangkatan Zulkifli Zaini sebagai Dirut PLN Menepis Isu Rudiantara sebagai Dirut PLN
  • 27 Desember: Kasus Gagal Bayar Jiwasraya
  • 10-15 Januari: Dugaan Korupsi Jiwasraya dan Asabri

Top Person

Berikut adalah 5 tokoh yang paling banyak disebut dalam pemberitaan terkait BUMN sejak Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN.

1. Erick Thohir

Pemberitaan terkait penataan struktur dan bersih-bersih kementerian yang dilakukan Erick Thohir menjadi alasan namanya kerap muncul dan menjadi Top Person topik BUMN di media. Sentimen untuk Erick Thohir dalam pemberitaan terkait topik BUMN lebih banyak positif daripada negatif.

2. Joko Widodo

Sebagai orang nomor satu di Indonesia, tak heran apabila namanya kerap muncul dalam media pemberitaan. Sebagian besar pemberitaan untuk topik BUMN selalu berkaitan dengan isu pemerintahan. Oleh karena itulah, nama Joko Widodo sebagai pemegang jabatan di atas BUMN menjadi penting dalam pemberitaan topik ini.

3. Ahok/ Basuki Tjahaja Purnama

Nama ‘Ahok’ kerap muncul dalam pemberitaan terkait BUMN pada periode 14-25 November 2019 dengan dominasi sentimen negatif. Pada periode tersebut pemberitaan di media untuk topik BUMN adalah seputar penunjukan Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Sentimen negatif mendominasi di awal kemunculan isu Ahok sebagai Bos Pertamina lantaran beberapa serikat pekerja di BUMN menolak Ahok sebagai petinggi Pertamina.

4. Arya Sinulingga

Arya Sinulingga merupakan Staf Khusus Kementerian BUMN bidang komunikasi. Namanya mulai muncul mengikuti topik BUMN sejak pengangkatannya sebagai Staf Khusus pada 9 November lalu. Puncak cuitan untuk Arya terjadi pada 26 November 2019 ketika ia ditunjuk untuk mengisi posisi komisaris PT Inalum menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang telah diangkat sebagai wakil menteri. Arya juga berperan sebagai jubir BUMN sehingga ia kerap muncul memberi pernyataan dan tanggapan untuk isu-isu BUMN yang sedang bergulir.

5. Ari Ashkara

Ari Ashkara merupakan direktur utama PT Garuda Indonesia sejak 12 September 2018. Nama ‘Ari Ashkara’ kerap muncul di pemberitaan pada periode 5-13 Desember 2019 dengan dominasi sentimen negatif. Dalam hubungannya dengan topik BUMN, Ari Ashkara banyak disebut karena tersangkut skandal penyelundupan Harley Davidson dan Brompton hingga akhirnya ia dicopot oleh Erick Thohir pada 7 Desember 2019.

Top Organisation

Berikut adalah 5 Top Organisation yang paling banyak disebut dalam pemberitaan terkait topik BUMN.

1. Kementerian BUMN

Kementerian BUMN disebut sebanyak 21.7 ribu kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Dari kurva di atas terlihat bahwa sentimen positif lebih kerap mengungguli sentimen negatif. Meskipun demikian, puncak pemberitaan untuk Kementerian BUMN terjadi pada 14 November 2019 terkait pemanggilan Ahok dan Perombakan Pejabat Eselon 1, Sesmen, dan Deputi Kementerian BUMN di Era Rini Soemarno.

2. PT Pertamina

Salah satu badan usaha milik negara yang paling banyak disorot adalah PT Pertamina. Pemberitaan untuk Pertamina mulai naik sejak 14 November hingga memuncak pada 25 November 2019 ketika Ahok resmi menjabat sebagai komisaris utama Pertamina.

3. PT Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia mulai ramai disebut-sejak 4 Desember 2019 hingga memuncak pada 6 Desember dengan sentimen negatif lebih tinggi daripada sentimen positif. Hal tersebut berkaitan dengan terbongkarnya kasus penyelundupan barang mewah yang dilakukan oleh dirut Garuda Indonesia Ari Ashkara yang berdampak pada pencopotan secara tidak hormat. Nama Garuda Indonesia kembali naik pada 22 Januari 2020 dengan dominasi sentimen positif terkait pergantian direksi dan komisaris baru oleh Erick Thohir.

4. PT Asuransi Jiwasraya

PT Asuransi Jiwasraya mulai ramai diperbincangkan pada akhir Desember 2019 dengan dominasi sentimen negatif. Hal tersebut terkait kasus gagal bayar yang dialami Jiwasraya hingga memunculkan penyelidikan lebih dalam untuk membongkar kasus dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian besar bagi negara tersebut.

5. Komisi Pemberantasan Korupsi

Dalam pemberitaan bertopik BUMN, lembaga yang bersifat independen ini kerap disebut-sebut. Dari kurva di atas, terlihat bahwa sentimen negatif mendominasi pemberitaan yang memunculkan nama KPK. Puncak pemberitaan terjadi pada 18 November dan 9 Desember 2019 terkait pemanggilan mantan petinggi KPK Chandra Hamzah yang diisukan akan menempati posisi di BUMN serta pemeriksaan beberapa pejabat BUMN dalam kasus korupsi dan suap dirut Garuda.

Top Portal

Berikut adalah Top 10 Portal Media yang paling banyak menerbitkan berita bertopik BUMN selama kurun waktu 3 bulan terakhir.

Tribun News, CNBC, dan Detik menjadi tiga teratas portal media yang paling banyak menerbitkan berita bertopik BUMN.

Dari pantauan Netray selama tiga bulan terakhir, Kementerian BUMN telah berhasil menyita perhatian media melalui 35 ribu lebih artikel yang terbit untuk topik terkait BUMN. Selain Erick Thohir sebagai sorotan, tiga bulan terakhir pemberitaan untuk topik BUMN dihiasi oleh nama-nama seperti Joko Widodo, Ahok, Ari Ashkara, dan Arya Sinulingga.

Sementara lembaga atau badan yang kerap diberitakan selain dari Kementerian BUMN adalah PT Pertamina, PT Garuda Indonesia, PT Jiwasraya, dan KPK. PT Pertamina memiliki kaitan erat dengan pemberitaan tentang Ahok. PT Garuda Indonesia berkaitan dengan skandal Ari Ashkara. Sementara PT Jiwasraya berkaitan dengan lembaga KPK terkait kasus dugaan korupsi yang tengah menimpanya. Demikian pantauan Netray terkait perkembangan pemberitaan topik BUMN di media selama tiga bulan terakhir. (@)

>Penulis  :   Kamal Jaya/ Salahudin Ramli
>Editor    :   FS. Donggo.
>Redaksi :   Media Stabilitas Group.