admin March 22, 2018

Polisi Bersih-Bersih, Anggota Lantas Pungli Berkedok Tilang Terbanyak Ditangkap.

JAKARTA, (Harian Stabilitas.Com) – Dalam catatan tahun lalu sebanyak 78 oknum anggota Polri ditangkap atas dugaan pungutan liar (pungli) dalam waktu sepekan. Mereka terlibat dalam 69 kasus berbeda. “Kalau minggu ini petugas Polri yang ditindak oleh atasan karena sudah ada perintah dari Kapolri untuk membentuk satgas itu ada sejumlah petugas yaitu 78 personel, dengan 69 kasus pungli,” kala itu dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada sejumlah awak media, di Jakarta.
Boy menambahkan, untuk wilayah Polda Metro Jaya sendiri ada 33 kasus dengan 33 personel yang terlibat. Pungli yang dilakukan khususnya di bagian pelayanan publik. “Kalau untuk di lingkungan Polda Metro Jaya saja, ada 33. Di DKI itu Jakarta dan sekitarnya. Pungli pada sektor pelayanan publik, kita fokuskan pada tempat-tempat pelayanan publik. Kalau di kepolisian itu pelayanan SIM, STNK BPKB, ada SKCK dan sebagainya,” tutur Boy.

ilustrasi : Polisi sedang dalam operasi. (ist)

Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), bersih-bersih diri. Polisi nakal pun ditangkap tangan. Total jumlahnya 15 personel. Mereka adalah kepolisian yang melakukan pungutan liar di tengah masyarakat. Kebanyakan polisi itu bertugas di lalu lintas.


Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada wargawan menyebutkan, 15 pelaku pungli diamankan dari 9 kasus yang ditangani Propam Polda Riau. Sebanyak 10 personel berasal dari kesatuan lalu lintas, lima personel lainnya berasal dari Satuan Sabhara.


Biasanya, katanya, pelaku melakukan pungli dengan memanfaatkan kesempatan operasi tilang kendaraan di jalan raya. Pelaku tidak memproses tilang sesuai prosedur hukum, melainkan meminta uang masyarakat dengan sistem bayar di tempat.


Dalam pengamatan Media online ini disebutkan 10 Polantas nakal yang diamankan berasal dari Dirlantas Polresta Pekanbaru lima orang, Dirlantas Polda Riau empat orang dan Dirlantas Polres Siak satu orang.


Sedangkan lima polisi nakal lainnya terjerat kasus pengawalan bawang ilegal satu orang dari Polres Bengkalis, penyediaan sarana judi sabung ayam satu orang dari Polres Pelalawan, pumungutan uang jalan untuk truk dua orang dari Polsek Rumbai dan pembiaran aksi ilegal loging satu orang dari Polres Bengkalis.


Ke 15 polisi nakal tersebut kini dalam pemeriksaan Bidang Propam Polda Riau. Polisi, lanjut Guntur tidak segan memberikan sanksi tegas bagi polisi yang terlibat pungli, baik berupa sanksi disiplin maupun pidana.


Guntur meminta kepada masyarakat segera melapor kepada Propam Polda Riau jika mengalami pungutan liar oleh polisi. Begitu sebaliknya, masyarakat diharapkan tidak memberikan suap kepada polisi untuk menyelesaikan masalah. “Masyarakat harus ingat, pelaku suap dan yang disuap dikenakan sanksi hukum,” ujarnya


Paling Banyak Sarang Pungli Di STNK, BPKB, SKCK


Sebanyak 78 oknum anggota Polri ditangkap atas dugaan pungutan liar (pungli) dalam waktu sepekan. Mereka terlibat dalam 69 kasus berbeda.

“Kalau minggu ini petugas Polri yang ditindak oleh atasan karena sudah ada perintah dari Kapolri untuk membentuk satgas itu ada sejumlah petugas yaitu 78 personel, dengan 69 kasus pungli,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada media.


Boy menambahkan, untuk wilayah Polda Metro Jaya sendiri ada 33 kasus dengan 33 personel yang terlibat. Pungli yang dilakukan khususnya di bagian pelayanan publik. “Kalau untuk di lingkungan Polda Metro Jaya saja, ada 33. Di DKI itu Jakarta dan sekitarnya. Pungli pada sektor pelayanan publik, kita fokuskan pada tempat-tempat pelayanan publik. Kalau di kepolisian itu pelayanan SIM, STNK BPKB, ada SKCK dan sebagainya,” tutur Boy.


“Misalkan kalau pembuatan SKCK hanya Rp 10 ribu, ya Rp 10 ribu, tidak boleh jadi Rp 50 ribu. Ini yang sedang kita gencarkan. Termasuk dalam proses pembuatan dan perpanjangan SIM. Tarif-tarif resmi sudah ada di tempat-tempat Samsat. Kalau ada yang meminta lebih patut dilaporkan,” jelasnya.

Boy menegaskan, selain melakukan penindakan pihaknya juga melakukan pembinaan ke internal sendiri. “Selain penindakan, kita juga melakukan upaya pembinaan ke dalam, kepada institusi, kepada sejumlah personel yang bertugas di pelayanan publik. Kapolri sudah bertekad agar hal-hal seperti ini tidak ada lagi karena pungli merugikan kepentingan masyarakat luas, tidak adil dan pilih kasih,” tegas Boy. (RED*Harian Stabilitas.Com)