admin July 28, 2020

MEDIA STABILITAS.COM,- (JAKARTA)  –  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alias perusahaan-perusahan yang mayoritas sahamnya dikuasi negara seringkali dianggap sebagai sapi perah pemerintah. Kinerjanya digenjot untuk kepentingan negara.

Malah, sempat juga saham beberapa BUMN dijual ke pihak asing dengan alasan menutupi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang defisit, seperti pada zamannya Megawati.

Salah satu BUMN telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT), yang dijual ke asing pada waktu itu, juga salah satu anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yaitu Telkomsel.

Tapi itu sudah jadi cerita lama, lambat laun, BUMN yang sekarang di bawah Menteri BUMN Dahlan Iskan mulai bangkit dan bahkan bisa membeli perusahaan asing.

Baru-baru ini, ada dua perusahaan pelat merah yang mampu membeli saham perusahaan asing, yaitu PT Pertamina (Persero) dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR).

Raksasa migas nasional itu sudah mengakuisisi ConocoPhilips Algeria Ltd, anak perusahaan ConocoPhilips yang menguasai Blok 405a senilai US$ 1,75 miliar. Lewat akuisisi, produksi minyak Pertamina bertambah 23.000 barel per hari.

Blok 405a berlokasi di Algeria, Aljazair. Blok ini terdiri dari 3 lapangan minyak utama, yaitu Menzel Lejmat North, Ourhoud, dan EMK. Di lapangan Menzel Lejmat North, ConocoPhilips Algeria menguasai 65% hak partisipasi dan sekaligus bertindak selaku operator, sementara itu hak partisipasi di lapangan Ourhoud 3,7% dan 16,9 % di lapangan EMK.

Sementara Semen Gresik resmi menguasai 70% saham perusahaan semen Vietnam yaitu Thang Long Cement, Selasa (18/12/2012) kemarin. Nilai akuisisinya sebesar US$ 335 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun.

Penandatangan dilakukan di Geleximco Building, 36 Hoang Cau dong dan Hanoi. Jajaran direksi kedua perusahaan serta pejabat pemerintahan dan Dahlan juga ikut hadir. (@)

Penulis   : Salahudin Ramli/Kamal Jaya.
Editor     :  FS. Donggo
Redaksi  :  Media Stabilitas