admin January 7, 2018

(1) Dalam hidup ‘kan kupertahankan
Nilai hubungan antar-manusia, didasarkan Atas cinta dan kepercayaan.’Kan kupertahankan kehangatan Gamitan dua tangan, menyampaikan
Kehangatan rasa dua jiwa.

(2) Cinta adalah bunga tumbuh Atas kesuburan tanah kasih, berakarkan Hati mau mengerti, saling membagi. Dan kepercayaan, landasan Kerelaan dan kemesraan. Pertalian dua hati.Mungkinkah kedua mutiara kata indah ini membuat para pemburu poligami menggeliat dikalangan pejabat khsusnya. Termasuk pejabat Negara manapun dan di ikuti di dalam negeri?!?

JAKARTA, (Harian Stabilitas.Com) – Soal syahwat menjadi garam yang bisa mengasinkan panggung politik. Menariknya, ihwal ini sempat meramaikan PKS. Banyaknya politisi partai yang poligami menjadi sorotan publik. Soal syahwat (silahkan baca sebagai seks,red), bukan hal aneh lagi di percaturan politik.

Tingkat popularitas Bill Clinton saat menjadi Presiden AS pernah jatuh karena dia ‘menyentuh’ pekerja Gedung Putih, Monica Legwinsky. Atau, Eliot Spitzer, Walikota New York, yang terpaksa mundur karena perselingkuhannya dengan PSK Ashley Alexandra Dupre terbongkar awal tahun ini.Di Tanah Air, karier politik seseorang, juga bisa hancur karena soal syahwat.

Masih ingat politisi Partai Golkar, Yahya Zaini, yang terpaksa meninggalkan Gedung DPR karena terbongkar berselingkuh dengan penyanyi dangdut papan bawah, Maria Eva.Urusan syahwat juga (telah) menjalar di kalangan kader dan politisi PKS. Kelas perbuatannya tentu beda. Bukan dalam perselingkuhan, tetapi lebih banyak pada poligami.

Seorang mantan aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada Harian Stabilitas Online menyatakan ada beberapa alasan praktis atas politik syahwat dan poligami di kalangan PKS yang pantas untuk diamati. Alasan-alasan ini, sejatinya, berada di luar ketertarikan sepasang anak manusia.Pertama, poligami dilakukan kader dan politisi PKS untuk memperbanyak kader dan anak. Kedua, politisi PKS memang ditolerir untuk poligami karena jumlah perempuan lebih banyak dari lelaki.

Sampai Terbitkan Buku Poligami

Ketiga, tabiat politisi PKS umumnya condong kepada poligami sebagai suatu kenikmatan, ketimbang selingkuh yang dianggap perbuatan setan.Karena itu, banyak kader PKS yang kaget ketika Cahyadi Takariawan, seorang anggota Majelis Syura PKS yang disegani, menulis buku Bahagiakan Diri dengan Satu Istri. Buku terbitan Era Intermedia, Solo itu, telah dicetak hingga 10.000 eksemplar. Buku setebal 278 halaman itu mengupas sisi-sisi lain dari keluarga yang berpoligami.

Kini buku karya Ustadz Cahyadi itu mengubah paradigma umum di kalangan wanita PKS yang selama ini mendukung poligami. Kalau yang menulis orang luar atau orang yang sekuler, kalangan PKS tidak akan heran.

Bekas Ketum Juga Poligami

Tapi, kali ini yang menulis adalah ustadz yang kredibilitasnya sangat diakui di Majelis Syura PKS.Majelis syura adalah elemen tertinggi di partai yang berdiri sejak 1998 (awalnya bernama Partai Keadilan). Anggota majelis hanya 99 orang yang dipilih dari jutaan kader PKS di seluruh Indonesia.Bahagiakan Diri dengan Satu Istri disambut gembira jutaan kader wanita PKS. Namun, sebaliknya, para kader pria yang sudah atau akan berpoligami bereaksi dengan keras.Buku Cahyadi tak pelak memicu kontroversi yang panas.

Sebab di kalangan PKS, para petingginya banyak yang poligami. Wakil Bendahara Umum DPP PKS Didin Amarudin, misalnya, beristri tiga. Akibat terbitnya buku itu, konon istri-istrinya menjadi gelisah. Didin kepada pers pernah menyampaikan kisah sukses poligami dirinya. Istri pertama Didin dinikahi pada 1990.

Lalu, istri kedua pada 2001. Terakhir, Didin menikahi akhwat (kader PKS) menjadi istri ketiga pada 2002.Tifatul Sembiring, Presiden PKS kelahiran Bukittinggi, 46 tahun lalu, juga beristri dua. Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta juga berpoligami. Bahkan, istri kedua Anis berkebangsaan asing, asal Hungaria.

Poligami Turunan

Zulkifliemansyah, anggota DPR PKS yang gagal jadi Gubernur Banten dan kini ikut bursa cagub Nusa tenggara barat 2018 sudah sejak lama di unggah ke publik, juga dikabarkan sudah menikah lagi.,”Walau malu-malu mengakuinya saat dibisik harian Stabilitas ini kepadanya mengatakan,”ah itu isu black campaign saja utk pilgub. Bahkan saya sdh lapor bareskrim Polri utk pencemaran nama baik. Dan, isu lama nggak usah direspon krn utk buat gaduh saja,”ucapnya dengan enteng ketika diminta tanggapan atas dilaporkan oleh sang istri ke 4 nya ke beberapa lembaga hukum, (05/01/2018), kemarin.

Para qiyadah (pimpinan) partai PKS gelisah karena buku itu dijadikan simbol perlawanan terhadap suami yang akan menikah lagi. Rupanya, buku yang menganjurkan lelaki memiliki satu istri itu menjadi antitesa bagi politisi PKS yang doyan poligami, sehingga ditarik dari peredaran. Walah.

Meski setiap agama memiliki tata cara dan ketentuan tentang perkawinan, namun dalam pers-pektif negara, perkawinan itu harus dicatatkan secara resmi berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. “Secara peraturan, jelas nikah siri melanggar Undang-undang,”.

Poligami Anggota DPR Dan Pejabat Mejalela ?

Poligami pejabat dan Anggota DPR menjadi sorotan usai Sutan Bhatoegana , ketika itu (alm) membuat pernyataan soal korelasi poligami dan korupsi. Badan Kehormatan (BK) DPR yang bertugas melakukan evaluasi soal kode etik DPR menyatakan tak ada aturan jelas soal poligami ini.

“Nggak jelas sampai sekarang (apakah harus lapor jika anggota berpoligami). Karena itu hal privat, itu pro kontra klasik dan nggak pernah selesai,” kata Anggota BK Ali Maschan Moesa saat dihubungi Harian Stabilitas Online ini ketika itu, di gedung DPR RI, Senayan itu menambahkan;.

Ali mengaku, semua Anggota DPR mencantumkan satu istri dalam data diri mereka. Namun pada praktiknya, Ali tak memungkiri ada pula anggota yang berpoligami. Namun politisi PKB ini enggan merinci.

“Semua mencantumkan satu istri. Cuma di luar ada ‘Satu A’ atau ‘Satu B’, kita nggak tahu, ” ucapnya setengah berkelakar.

Menurutnya, lebih baik DPR memakai saja UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan PP No. 10 tahun 1983 jo PP no. 45 tahun 1990 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS. Di situ diatur, PNS boleh beristeri lebih dari satu dengan izin dari pejabat yang berwenang. Namun bukankah semua orang paham bahwa Anggota DPR bukanlah PNS?

“Dalam hal tertentu (ada persamaan Anggota DPR dengan PNS), DPR itu kan juga dapat pensiun. Seringkali UU itu diberlakukan kepada Anggota DPR. Cuma itu juga tafsir, jadinya tidak begitu tegas,” jawab Ali.

Meski Ali menyatakan tak ada argumen kuat bahwa poligami mendorong korupsi, namun dirinya berusaha objektif. Lebih baik anggota DPR tak usah beristri lebih dari satu.

“Kembali saja pada Undang-undang di atas. Lagipula prinsipnya Islam itu kan monogami, kecuali dengan syarat-syarat tertentu,” tutur Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini.

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana menyatakan seseorang yang mempunyai banyak istri bisa menjadi pendorong seorang pejabat untuk korupsi. Bahkan jumlah istri bisa menjadi indikator perilaku korupsi seorang pejabat.

“Ya itulah, kalau istrinya banyak kan kebutuhan hidupnya jadi lebih besar dari pendapatan. Makanya dia korupsi. Jadi punya banyak istri juga salah satu indikator pejabat melakukan korupsi,” ujar Sutan di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, saat itu ia buka-bukaan soal poligami dilingkungan legeslatifnya tersebut. (Red-Harian Stabilitas.Com/FS.Donggo)