admin October 31, 2020

Pada paruh pertama 2019, Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp13,5 triliun, naik 11,1% yoy serta kualitas kredit yang membaik dengan NPL gross pada 2,59%, turun 54 bps dari Juni 2018. (Foto: ist)

MEDIA STABILITAS.COM, – (JAKARTA)  –  Bank mandiri melangsungkan paparan kinerja Bank Mandiri triwulan II-2019 di Jakarta, Rabu (17/7/19). Pada paruh pertama 2019, Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp13,5 triliun, naik 11,1% yoy serta kualitas kredit yang membaik dengan NPL gross pada 2,59%, turun 54 bps dari Juni 2018. Adapun pertumbuhan kredit rata-rata perseroan (bank only) tumbuh 12,1% secara yoy menjadi Rp690,5 triliun berdasarkan ending balance pada Juni 2019.

Dari info yang didapat dari hasil RUPSLB, Rabu lalu, memutuskan untuk mengangkat Darmawan Junaidi menjadi Direktur Utama Perseroan. Darmawan mengisi posisi dirut yang sebelumnya kosong ditinggalkan oleh Royke Tumilaar yang sudah ditunjuk menjadi Direktur Utama BNI. Selain itu, diputuskan juga jabatan Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar.

Pada tahun 2020, Laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat sebesar Rp 10,3 triliun sepanjang semester I-2020. Jumlah tersebut turun 23,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 13,5 triliun.

Penurunan laba ini dikarenakan perusahaan melakukan analisis cermat dalam penyaluran pembiayaan dan meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi ketidakpastian kondisi ekonomi. 

Adapun, laba bersih Bank Mandiri semester I selalu meningkat dalam lima tahun terakhir, yakni dari Rp 7 triliun pada 2016 menjadi Rp 9,5 triliun pada 2017, lalu naik lagi menjadi Rp 12,2 triliun pada tahun berikutnya.

Bank Mandiri menegaskan komitmen dalam mendukung agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak Coronavirus. Kali ini, Bank Mandiri menyiapkan fasilitas pembiayaan kredit produktif program PEN kepada Supplier/Vendor PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) IV dan memberikan layanan perbankan untuk menunjang operasional PELINDO IV.

Fasilitas ini merupakan pinjaman untuk membiayai pengerjaan proyek yang diterima dari PELINDO IV agar dapat diselesaikan sesuai komitmen, khususnya pada masa pandemi COVID-19 ini. Adapun plafon pinjaman yang diberikan untuk supplier/vendor adalah sebesar Rp350 Miliar.

Selain fasilitas kepada Supplier/Vendor, Bank Mandiri bersama perusahaan anak juga berkomitmen untuk berkolaborasi dalam rangka penyediaan produk dan jasa keuangan kepada PELINDO IV. Layanan keuangan tersebut antara lain transactionbanking, asuransi, serta pembiayaan retail bagi karyawan.

Adapun perjanjian kerjasama pembiayaan ditandatangani oleh Direktur Keuangan PELINDO IV Choirul Anwar dan Direktur Bisnis & Jaringan Bank Mandiri Aquarius Rudianto, sedangkan MoU pemanfaatan layanan keuangan ditandatangani oleh Direktur Utama PELINDO IV Prasetyadi dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi serta disaksikan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar secara virtual sesuai protokol kesehatan di Jakarta dan Makassar secara bersamaan pada Senin (19/10/2020).

“Sejalan dengan visi Bank Mandiri menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung pelaksanaan proyek-proyek strategis PELINDO IV agar dapat selesai sesuai target sekaligus memperkuat likuiditas para supplier/vendor PELINDO IV dalam pengembangan usaha,” kata Hery.

Di samping pembiayaan produktif, dia menambahkan, pihaknya juga siap mendukung supplier/vendor melalui layanan transaksional yang dapat meningkatkan efisiensi.

Saat ini, ungkap Hery, pihaknya terus meningkatkan menyalurkan pembiayaan valuechain yang dikelola oleh segmen usaha kecil dan menengah kepada jejaring bisnis nasabah segmen Corporate Banking. Hasilnya, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit program PEN kepada nasabah segmen usaha kecil dan menengah hingga sebesar Rp13,2 triliun kepada lebihdari 3 ribu debitur per 16 Oktober 2020.

Nilai penyaluran tersebut setara dengan 29% dari total penyaluran kredit program PEN Bank Mandiri yang telah mencapai Rp45,2 triliun kepada lebih dari 157 ribu debitur.“Bank Mandiri akan sangat siap untuk berkolaborasi berbagai korporasi untuk mensukseskan program PEN, mengingat program ini dapat menjadi solusi permodalan bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi covid-19, agar roda perekonomian dapat terus berjalan,” tambah Hery. (@)

Tag              : PT Bank Mandiri Tbk
Penulis       : Salahudin Ramli  
Editor         : FS. Donggo
Redaksi      : Media Stabilitas
Foto            : Kamal Jaya