admin November 22, 2020

Menteri Keuangan dan Menteri BUMN Perombakan Direksi Bank dilanggar. (Foto: Dok.)

MEDIA STABILITAS.COM,- (JAKARTA) – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan direksi pada beberapa perusahaan BUMN. Pergantian direksi di PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan tiga lain telah melakukan perombakan direksi dan komisaris masing-masing.

Menteri BUMN Erick Thohir memutuskan untuk memberhentikan dan mengangkat direksi dan komisaris baru di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dirinya siap dicopot dari posisinya saat ini. Pencopotan dilakukan bila key performance indicator (KPI) terhadap dirinya dinilai tidak maksimal.

“Kan saya sudah cukup terbuka saat menjabat menteri. Posisi menteri itu saya bilang jangan siap diangkat, tapi enggak siap dicopot, karena kita pembantu Presiden,” ujar Erick Thohir Jakarta, Minggu, kemarin.

Pernyataan tersebut merupakan penegasan Erick terhadap langkah transformasi perseroan pelat merah dengan melakukan pencopotan dan perombakan sejumlah direksi dan komisaris BUMN. Dengan kata lain, pencopotan komisaris dan direksi didasarkan atas performa mereka dalam menjalankan roda bisnis perusahaan.

Di Era Rini Pun Demikian ?

Erick Thohir Buka-bukaandan Bersih-Bersih Direksi BUMN, juga pada Era Menteri Rini Terang-terangan telah melakukan perombakan di tubuh BUMN.

Roadmap transformasi yang kita inginkan, figur-figur (komisaris/direksi) ini yang kita pertahankan kalau KPI-nya sesuai. Sama, di kementerian (BUMN) sendiri kalau mau transformasi besar-besaran ya dari kementerian sendiri yang intropeksi diri. Enggak bisa hanya menyalahi BUMN,” kata dia.

Dia juga membantah jika direksi dan komisaris yang dia copot adalah orang-orang yang diangkat oleh eks Menteri BUMN Rini Soemarno. Erick menegaskan isu tersebut tidak benar. Dia bilang masih banyak direksi BUMN yang diangkat Rini yang masih menjabat.

“Saya kira kalau mengaca dari Ibu Menteri (Rini) masih banyak direksi itu masih menjabat, contohnya Ibu Nicke (Dirut Pertamina) masih menjabat. Saya sih enggak liat itu, tapi kalau road map-nya, strategi transformasinya, dan disepakati KPI-nya jalan, tapi kalau perjalanannya view per bulan enggak sure janganlah,” ujar Erick.

Mantan bos Inter Milan itu juga memberikan alasan perihal perombakan manajemen PT Bank BNI (Persero). Erick menyebut, perombakan dilakukan semata-mata untuk menjaga solidaritas antara direksi dan komisaris.

“Manajemen itu tak solid dengan komisaris karena tak mungkin kita mendapatkan KPI kalau tak ada kekompakan di situ. Apalagi dengan kalau dilihat dengan Covid berkaitan dengan moneter. Kemarin kita sibuk, kalau tiba-tiba perbankannya sendiri bisa kena, apalagi Himbara yang besar ini kan bisa shifting lift. Tapi saya melihat bukan dari suka atau tidak suka, ini bagian dari yang dipertanggungjawabkan,” katanya. 

Ke Empat bank BUMN Pun Di Rombak?

Ke empat  bank BUMN serentak bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Jadwal rapat tersebut  dari agenda RUPST yang biasa dilakukan tiap waktu.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip MEDIA STABILITAS, ke empat bank pemerintah tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) yang menggelar RUPST pada 18 Februari 2020, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) menggelar RUPST pada 19 Februari 2020, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) yang menggelar RUPST pada 20 Februari 2020 dan PT bank tabungan Negara Tbk.

Dalam masing-masing mata agenda RUPS yang dijadwalkan, ke empat  bank tersebut memuat pergantian susunan pengurus perseroan. Misalnya pada Bank BNI yang menyisipkannya pada mata agenda keenam atau terakhir.

Siapakah mereka yang Dirombak ?

BTN Rombak Direksi Dan Komisaris

Perombakan Direksi Bank BTN. (Foto: Dok. BTN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis 12 Maret 2020 yang lalu di Gedung Menara Bank BTN, jakarta..

Ada tujuh agenda yang disiapkan sebagaimana terungkap dalam undangan RUPST yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun dari tujuh agenda tersebut tidak ada agenda perubahan susunan pengurus perusahaan baik komisaris maupun direksi bank yang fokus pada KPR ini. Sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan adanya perbaikan kinerja Bank Tabungan Negara dengan adanya manajemen baru di perusahaan yang dirombak.

Susunan Direksi dan Komisaris Bank BTN menjadi sebagai berikut :

Susunan Direksi Bank BTN :


Direktur Utama : Pahala Nugraha Mansuri
Direktur Consumer dan Commercial Lending : Hirwandi Gafar
Direktur Finance, Planning, & Treasury : Nixon L. P. Napitupulu
Direktur Human Capital, Legal & Compliance: Yossi Istanto
Direktur Remedial and Wholesale Risk : Elisabeth Novie Riswanti
Direktur Operation, IT & Digital Banking : Andi Nirwoto
Direktur Distribution & Retail Funding : Jasmin
Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics : Setiyo Wibowo

Susunan Komisaris Bank BTN :


Komisaris Utama/Independen: Chandra Hamzah
Komisaris : Eko D. Heripoerwanto
Komisaris : Heru Budi Hartono
Komisaris : Andin Hadiyanto
Komisaris Independen : Armand B. Arief
Komisaris Independen : Ahdi Jumhari Luddin

Adapun sepanjang 2019 lalu BTN mengalami penurunan laba bersih yang dalam. Pada periode 2019, laba BTN hanya mencapai Rp 209 miliar atau turun lebih dari 92% ketimbang perolehan laba 2018 yang mencapai Rp 2,81 triliun.

Lebih lanjut, tujuh agenda RUPST BTN Maret mendatang yakni pertama persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan, persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta pengesahan Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2019.

Hasil RUPS 2020, BRI Tetapkan Pengurus Direksi-Komisaris Baru

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mengambil sejumlah keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2020 yang digelar di Jakarta, Selasa kemarin, 18 Februari 2020, baru lalu. (Foto/ist).

Dalam RUPST 2020, BRI pertama memutuskan membagikan dividen sebanyak Rp 20,6 triliun, atau 60 persen (sekitar Rp 168,1 per lembar saham) dari laba bersih tahun 2019 yang mencapai Rp 34,4 triliun.

Pembagian dividen tahun ini mengalami kenaikan 27,2% dibandingkan pada tahun lalu yang sebesar Rp.16,2 Triliun atau sekitar Rp 132,2 per lembar saham.

Sementara itu, Earning Per Share (EPS) perseroan pada 2019 adalah sebesar Rp 279. EPS ini naik 6,1% dibandingkan EPS pada 2018 pada harga Rp 263.

Keputusan berikutnya dalam hasil RUPS 2020 adalah penetapan pengurus baru perseroan. Berikut adalah susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Bank BRI yang baru hasil RUPS 2020 dilansir dari Media Stabilitas :

Inilah Direksi dan kmosaris BRI yang baru :

Komisaris

  • Komisaris Utama/Komisaris Independen: Kartika Wirjoatmodjo
  • Wakil Komisaris Utama: Ari Kuncoro
  • Komisaris Independen: Rabin Indrazat
  • Komisaris Independen: Hendrikus Ivo
  • Komisaris Independen: R Widyo pramono
  • Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
  • Komisaris: Hadiyanto
  • Komisaris: Nicolaus Teguh Budi Harjanto
  • Komisaris: Dwi Ria Latifa
  • Komisaris: Zulnahar Usman

Direksi

  • Direktur Utama: Sunarso
  • Wakil Direktur Utama: Catur Budi Harto
  • Direktur Bisnis, Kecil, Ritel, dan Menengah: Priyastomo
  • Direktur Digital, Teknologi Informasi, dan Operasi: Indra Utoyo
  • Direktur Jaringan dan Layanan: Ahmad Solichin Lutfiyanto
  • Direktur Kepatuhan: Wisto Prihadi
  • Direktur Manajemen Risiko: Agus Sudiarto
  • Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN: Agus Noorsanto
  • Direktur Konsumer: Handayani
  • Direktur Human Capital: Herdi Rosadi Harman
  • Direktur Keuangan: Haru Koesmahargyo
  • Direktur Bisnis Mikro: Supari

Royke Dirut BNI,  Ini Daftar Jajaran Baru Direksi Dan Komisaris 2020.

ala itu, Bank BNI melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) merombak jajaran direksi. Royke Tumilaar yang masih menjabat Direktur Utama Bank Mandiri ditunjuk menggantikan Herry Sidharta sebagai Direktur Utama BNI yang baru.. (Foto?dok)

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hari memutuskan mengangkat Royke Tumilaar sebagai direktur utama perseroan menggatikan Herry Sidharta. 

Selain Royke, ada perubahan besar di jajaran direksi BNI dalam RUPSLB yang berlangsung hari ini, Rabu (2/9/2020) yang baru lalu tersebut.

RUPSLB BNI memutuskan untuk susunan Dewan Komisaris dan Direksi BNI adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

  1. Komisaris Utama/Komisaris Independen : Agus Dermawan Wintarto Martowardojo
  2. Wakil Komisaris Utama      : Pradjoto
  3. Komisaris Independen        : Sigit Widyawan
  4. Komisaris Independen        : Asmawi Syam
  5. Komisaris Independen        : Septian Hario Seto
  6. Komisaris Independen        : Iman Sugema
  7. Komisaris                           : Joni Swastanto
  8. Komisaris                           : Askolani
  9. Komisaris                           : Ratih Nurdiati
  10. Komisaris                         : Susyanto

Dewan Direksi :

  1. Direktur Utama                                         : Royke Tumilaar
  2. Wakil Direktur Utama                                : Adi Sulistyowati
  3. Direktur Keuangan                                    : Novita Widya Anggraini
  4. Direktur Manajemen Risiko                       : David Pirzada
  5. Direktur Tresuri dan Internasional             : Henry Panjaitan
  6. Direktur Bisnis Konsumer                          : Corina Leyla Karnalies
  7. Direktur Bisnis UMKM                                : Muhammad Iqbal
  8. Direktur IT dan Operasi                              : Y.B Hariantono
  9. Direktur Human Capital dan Kepatuhan    : Bob Tyasika Ananta
  10. Direktur Hubungan Kelembagaan            : Sis Apik Wijayanto
  11. Direktur Corporate Banking                      : Silvano Winston Rumantir
  12. Direktur Layanan dan Jaringan                : Ronny Venir

Daftar Lengkap Jajaran Direksi Baru Bank Mandiri

Jajaran direksi baru PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). (Foto Bank Mandiri)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu ini. Rapat tersebut memutuskan untuk mengangkat Darmawan Junaidi sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, menggantikan Royke Tumilaar yang diangkat menjadi Dirut Bank BNI.

“Pemegang saham memutuskan untuk mengangkat Darmawan Junaidi menjadi direktur utama,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan dalam konferensi pers selepas RUPSLB, Rabu (21/10/2020).

Sementara, posisi Wakil Direktur Utama Bank Mandiri kini diisi oleh Alexandra Askandar yang sebelumnya menjadi direktur bidang korporasi Bank Mandiri. Menggantikan Hery Gunardi yang ditugaskan Kementerian BUMN mengurus merger bank syariah.

RUPSLB juga memutuskan untuk mengangkat sejumlah nama baru dan bankir kawakan dalam jajaran direksi. Diantaranya, ada Rohan Hafas yang ditunjuk menjadi Direktur Hubungan Lembaga. Rohan sebelumnya sempat menjadi Corporate Secretary Bank Mandiri.

Selanjutnya, ada Toni Eko Boy Subari yang didapuk menjadi Direktur Operasional. Sebelumnya, Toni merupakan Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri.

Tak hanya itu, nama Sigit Prastowo mantan Direktur BNI juga masuk memperkuat tim baru di Mandiri sebagai direktur keuangan Bank Mandiri setelah sebelumnya kosong ditinggal Silvano Winston Rumantir yang berlabuh ke Bank BNI. Sementara itu, kursi direktur korporasi saat ini juga diisi nama baru yakni Susana Indah.

Dengan begitu berikut susunan direksi Bank Mandiri setelah RUPSLB :

  • Direktur Utama: Darmawan Junaidi
  • Wakil Direktur Utama: Alexandra Askandar
  • Direktur Hubungan Kelembagaan: Rohan Hafas
  • Direktur Operasional: Tony Eko Boy Subari
  • Direktur Treasury: Panji Irawan
  • Direktur Keuangan (CFO): Sigit Prastowo
  • Direktur Korporasi: Susana Indah
  • Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
  • Direktur IT: Rico Usthavia
  • Direktur Human Resources: Agus Dwi Handaya
  • Direktur Komersial: Riduan
  • Direktur Jaringan: Aquarius Rudianto.

Susunan komisaris Bank Mandiri menjadi : 

  • Komisaris Utama: M. Chatib Basri
  • Wakil Komisaris Utama: Andrinof Chaniago
  • Komisaris Independen: Mohamad Nasir
  • Komisaris Independen: Boedi Armanto
  • Komisaris Independen: Loeke Larasati Agoestina
  • Komisaris: Ardan Adiperdana
  • Komisaris: Nawal Nely
  • Komisaris: Faried Utomo
  • Komisaris: Arif Budimanta
  • Komisaris: Rionald Silaban

Presien bilang Jangan ada yang merombak direksi-komisaris BUMN ?

Selain direksi ke empat bank NUMN, Menteri Erick Thohir  juga melakukan perombakan di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dalam RUPSLB.

Keputusan-keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan baru, pasalnya, Presiden Joko Widodo secara tegas menyampaikan bahwa tidak ada perombakan direksi BUMN.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membenarkan adanya perintah dari Jokowi tersebut. Menurut dia, Presiden meminta jajaran menterinya tidak membuat kebijakan srategis dan perombakan direksi BUMN saat sidang kabinet parpurna.

“Ini kan saat-saat kritis ya, relatif . Jadi, jangan sampai nanti punya beban ke depannya, itu aja sebenarnya,” pesan Moeldoko.

Erick Thohir Bersih-Bersih Direksi BUMN Sama Era Menteri Rini

Erick mengatakan, pergantian direksi yang dilakukan di masa kepemimpinannya tidak didasari rasa suka atau tidak suka, namun menjadi bagian dari roadmap transformasi BUMN ke depannya. Erick Thohir Bersih-Bersih Direksi BUMN Sama Era Menteri Rini.

Eks Menteri BUMN Rini dan Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan gebrakannya melakukan bersih-bersih BUMN sejak awal ditunjuk menjadi Menteri oleh Presiden Jokowi. (Foto/Dok)

Figur yang kinerjanya sesuai dengan Key Performance Index (KPI) yang ditetapkan akan dipertahankan.

“Kalau di kementerian sendiri, ya, kalau mau transformasi besar-besaran, kementerian sendiri yang introspeksi diri, enggak bisa hanya menyalahi BUMN,” kata Erick dalam video yang diunggah akun YouTube Karni Ilyas Club, Minggu, lalu.

Erick menuturkan bahwa yang pihaknya lakukan ialah mengubah struktur yang overlapping. Di kementerian, birokrasi antara Menteri, Wakil Menteri, Sekretaris Menteri, diperbaiki. Di BUMN-nya sendiri, direksi diganti, 12 klaster perusahaan pelat merah diawasi oleh Wakil Menteri. Jumlah BUMN-nya pun diminimalkan.

Kendati demikian, banyak pihak juga yang berasumsi bahwa ‘bersih-bersih’ BUMN ala Erick berkaitan dengan orang-orang yang ditunjuk Menteri BUMN terdahulu, yakni Rini Soemarno. Disebutkan, terdapat kesan bahwa ‘orang-orang Rini-lah’ yang terkena ‘bersih-bersih’ yang Erick lakukan.

Erick membantah hal tersebut, mantan bos Inter Milan itu mengatakan, masih banyak ‘orang Rini’ yang tetap menjabat di BUMN karena kinerjanya memang bagus dan patut dipertahankan.

“Contohnya Bu Nicke (Direktur Utama Pertamina) masih menjabat. Saya sih enggak lihat itu, tapi kalau roadmap-nya, strategi transformasinya, dan disepakati KPI-nya, ya jalan,” katanya.

“Kalau memang kita harus melakukan dengan baik, kenapa harus jalan di tempat? Itu saja niatnya, Bismillah. Enggak ada pemikiran suka atau tidak suka karena roadmap transformasi dan KPI yang diharapkan,” katanya. (**)

Tag              : Kementerian BUMN Langgar Presiden.
Penulis       : FS. Donggo
Editor         : FS. Donggo
Redaksi      : Media Stabilitas
Foto            : Kamal Jaya