admin February 6, 2021

MEDIA STABILITAS.COM,- (JAKARTA)  –  Direktur Peneliti & Investigasi Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Fathullah S. Donggo,  menilai, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memenuhi syarat strategis sebagai Bhayangkara 1 menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengusulkan calon tunggal Kapolri yakni Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo kepada DPR.

Fathullah menilai, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memenuhi syarat strategis sebagai Bhayangkara 1 menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis. ”Sikap rendah hati dan pandai mendengar akan banyak bermanfaat dalam melaksanakan tugasnya sebagai TB1. Masalahnya hanya masih panjang pensiunnya. Tapi ini tak jadi soal bila pandai merangkul senior maupun juniornya,” ujarnya. 

Fathullah yang juga Pemred Media Stabilitas ini menganggap terpilihnya Listyo Sigit Prabowo yang beragama Nasrani ini juga bagus di mata dunia internasional bahwa Indonesia bukanlah negara agama. ”Indonesia dengan Kebhinekaan Tunggal Ika-nya serta toleransi yang tinggi memiliki Kapolri yang justru bukan dari agama mayoritas,” ucap Fathullah yang juga Wartawan senior Mabes Polri ini menambahkan.

2021, eks Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (ist)

Selain hal-hal di atas, kata Fathullah, tentu saja calon Kapolri harus professional, mengikuti tren kejahatan atau gangguan keamanan, dan memahami hukum serta regulasi. Apalagi, kejahatan dan gangguan keamanan kian hari kian canggih dan terus dimodifikasi, termasuk kejahatan jalanan.

”Kapolri harus mengikuti perkembangan ini. Syarat berikutnya, dia tidak berpolitik tapi paham perkembangan politik,” kata Fathullah yang juga Ketua Umum Persatuan Wartawan Profesional Indonesia (PERWAPI) . 

 Calon Kapolri harus sosok yang cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Terutama, kelompok-kelompok baik kanan maupun kiri yang ingin mengganti ideologi dan bentuk negara.

”Yang utama memahami ancaman keamanan dalam negeri serta efeknya hingga luar negri, memahami lingkungan strategis teritorial seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, kejahatan jalanan/kriminalitas dan memiliki pengetahuan cukup mekanisme dan strategi penanggulangannya sehingga mampu menghadapi ancaman faktual dan potensial,” kata Fathullah.

Sedangkan kualitas di bidang komunikasi, sambung Fathullah, sangat ditentukan dari kemampuannya dalam menggunakan bahasa-bahasa internasional. Termasuk memiliki pengetahuan yang baik akan sosial budaya masyarakat setempat. Karenanya, sangat disarankan memiliki pengetahuan sosiologi yang cukup.

Selain itu, seiring dengan perkembangan internet of things (IoT), prioritas berikutnya adalah memperkuat keamanan siber (cyber security). Saat ini, kasus peretasan ke infrastruktur sudah sangat kritis, termasuk pencurian data strategis, spionase, propaganda di media sosial, terorisme dan berbagai ancaman siber lainnya sudah berlangsung di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. (●/ @ / # / Redaksi Media Stabilitas)

Tag             :  Mabes Polri 2021
Penulis      :  FS Donggo
Editor        : FS Donggo
Redaksi     : Media Stabilitas
Foto            : Kamal Jaya