admin March 26, 2018

Tim Labfor Bareskrim Pori melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca robohnya tiang pancang pada proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) oleh PT Waskita Karya Tbk di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2/2018), lalu. (Foto/Dok)

Utang Jangka Pendek PT Waskita Karya Persero Tbk (Des 2017) <> 5 Triliun3.9 Triliun2 Triliun1.7 Triliun275 Miliar5.5 Triliun Bank Mandiri BNI Indonesia Exim bank BRI Bank Syariah Mandiri Pihak Ketiga (11 bank) 01 Triliun2 Triliun3 Triliun4 Triliun5 Triliun6 Triliun.

JAKARTA, (Harian Stabilitas.Com) – Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, utang jangka pendek PT Wasita Karya Persero Tbk pada 2017 tumbuh 80,95% menjadi 18,38 triliun dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut terdiri dari utang kepada pihak berelasi Rp 12,82 triliun dan kepada pihak ketiga senilai Rp 5,46 triliun.
Adapun untuk utang kepada pihak berelasi, terbesar berasal dari Bank Mandiri, yakni hampir mencapai Rp 5 triliun, kemudian diikuti Bank BNI Rp 3,94 triliun. Secara total, nilai utang Waskita kepada pihak berelasi pada tahun lalu melonjak 148,3% dibanding tahun sebelumnya. 
Sementara utang kepada pihak ketiga yang terdiri dari 11 bank pada 2017 hanya meningkat 10,18% dari tahun sebelumnya. Terbesar, pinjaman dari pihak ketiga dikucurkan oleh Bank Panin, yakni Rp 1,8 triliun.
Sedangkan utang jangka pendek anak usaha Waskita, yakni PT Waskita Beton Precast Tbk (WBP) dan PT Waskita Toll Road (WTR) mencapai Rp 5,91 triliun. Sehingga total utang jangka pendek Waskita dan anak usaha mencapai Rp 24,94 triliun. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dari sebelumnya hanya Rp 12 triliun. (Red*Harian Stabilitas Online/FS)