Team Redaksi June 24, 2020

Kita semua pasti sudah tau mengenai Covid-19 atau yang biasa disebut virus corona. Virus yang berasal dari Negeri China yang telah menyebar ke seluruh Negara di dunia termasuk Indonesia. Virus yang telah menjadikan seluruh Negara terdiam selama beberapa bulan ini, tidak hanya mengancam orang khusus saja namun semua orang dari balita hingga lansia.


Jika kita ketahui bersama bahwa virus corona (Covid-19) lebih berbahaya dari penyakit HIV AIDS. Orang yang terkena penyakit HIV AIDS masih bisa bertemu dengan keluarga dan orang-orang terdekat, bisa dimandikan, dipeluk, dan juga disolatkan apabila dia telah meninggal dunia. Sedangkan virus corona (Covid-19) membuat korban benar-benar harus sendirian tanpa siapapun bahkan keluarga sendiri tidak diperkenankan untuk menemani. Disaat korban tidak dapat tertolong pun tak ada keluarga yang dapat menyaksikan dan mengubur selain pihak medis yang menggunakan pakaian APD (Alat Pelindung Diri).


Virus corona ini bukan hanya merenggut ribuan nyawa tetapi juga mengubah tata cara kehidupan manusia di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Mulai dari cara berinteraksi sesama dengan menjaga jarak maupun proses beribadah yang hanya dilakukan di rumah masing-masing. Pemerintah menghimbau masyarakat Indonesia untuk berdiam diri dirumah dan melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah masing-masing. Tetapi walau begitu masih banyak remaja yang meremehkan virus corona, mereka beranggapan bahwa ini hanyalah sebuah virus yang dapat disembuhkan dengan cepat. Mungkin untuk mereka tidak berbahaya, tapi mereka belum sadar bahwa tidak hanya mereka, namun juga berbahaya untuk orang tua mereka maupun orang-orang terdekat seperti teman, tetangga, dan orang sekitarnya.


Seperti yang kita lihat sekarang kenyatannya sangat tidak sesuai dengan aturan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Para remaja berbondong-bondong di persimpangan jalan, bergerumun, bahkan ditempat wisata masih di bebaskan untuk berkunjung sehingga para remaja melupakan adanya virus corona. Dan mereka menganggap virus ini tidak sama sekali menjadi penghalang untuk mereka berkeliaran. Keberaniannya itu seperti hanya mereka sendiri yang melawan wabah virus yang menjadi trending topic diakhir bulan desember tahun 2019 kemarin yang masih berlanjut hingga saat ini.


Telah jelas betapa tidak pedulinya para remaja jaman sekarang. Jangankan orang lain, dirinya sendiri saja tidak mereka pedulikan. Mungkin mereka pikir ini adalah lelucon dunia, sehingga mereka meremehkan wabah yang sedang melanda seluruh Negara ini. Maka dari itu dibutuhkan kesadaran kepada kalian dan juga kita, alangkah baiknya untuk saling sadar diri dan menyadarkan kepada sesama agar untuk saat ini lebih waspada dan mengurung diri dulu dirumah masing-masing. Dan teruntuk orang tua agar lebih memberikan perhatian, mengawasi anak-anak dirumah agar mereka tidak berkeluyuran diluar hingga selesainya wabah virus corona ini.


Dalam keadaan Negeri kita yang sedang terpuruk oleh wabah ini, seharusnya kita sebagai remaja membantu mengantisipasi meningkatnya jumlah korban. Berpartisipasi dalam wilayah masing-masing untuk menjaga keamanan dan ketertiban warga agar mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Remaja adalah calon pemimpin Negeri di masa depan. Jika pergerakan menunggu utusan, lalu kapan berakhirnya keterpurukan ini?. Karna usia remaja adalah usia yang paling mampu memahami apa yang sedang terjadi pada Negerinya.


Wabah virus corona yang terjadi beberapa bulan lamanya yang membuat perekonomian menyusut, pekerja di-PHK, dan mirisnya banyak tenaga medis meninggal dunia karena kelelahan mengurus banyak korban.

Mungkin bagi para remaja ini bukan urusan mereka, memang bukan. Tapi saat virus telah masuk ke dalam tubuh mereka, tidak mungkin jika tak membutuhkan tenaga medis. Semua hal yang terjadi, hanya butuh sebuah kesadaran untuk mengatasinya. Kesadaran semua orang khususnya para remaja. Mereka yang merasa sehat bukan brarti diperbolehkan untuk bepergian, justru jika mereka bepergian, kemungkinan besar mereka lah yang membawa penyakit untuk keluarganya di rumah.


Pada data terbaru dari media pusat, kasus positif covid-19 di Indonesia terus bertambah. Data Minggu (24/5), ada penambahan 526 orang yang dinyatakan positif virus corona, sehingga totalnya menjadi 22.271 orang. Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari covid-19 bertambah 153 orang, total akumulatif menjadi 5.402 orang. Sementara itu, ada penambahan 21 pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19, sehingga totalnya mencapai 1.372 orang.


Maka dari itu pemerintah berupaya menegakkan PSSB di berbagai wilayah guna mengurangi aktifitas orang-orang yang dianggap tidak terlalu penting, seperti wajib memakai masker saat keluar rumah, menyediakan hand sanitizer, mematuhi social distancing, dan kembali ke rumah secepatnya jika keperluan sudah selesai. Pemerintah juga menghimbau agar tidak memasuki daerah yang terkena zona merah covid-19. Sebagian remaja di berbagai daerah telah berpartisipasi untuk membantu penanganan wabah dengan cara berdiam di rumah, menjaga keamanan wilayah, ada pula yang berdonasi untuk korban terdampak covid-19. Diharapkan semua warga Indonesia khususnya para remaja untuk membuka kesadaran demi keselamatan diri sendiri dan Negeri Indonesia. Para pemimpin berjuang, rakyatnya pun harus turut berjuang.(****)