admin June 24, 2020

Ilustrasi daun Kayu putih (ist)

MEDIA STABILITAS.COM,- (BIMA) –  Rasanya pesimis yang dialami ratusan warga Oi Katupa Tambora, entah kapan akan berakhir. Berkali-kali mengadu dan melapor. Kades Oi Katupa Tuding Dewan Langgar Kesepakatan Seorang Ibu Hamil Asal Katupa Muntah Darah.

Pabrik NTB memiliki fasilitas penyulingan minyak kayu putih 60 ton per hari.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia, tepatnya di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Pabrik itu dibangun sejak setahun lalu dan dikelola PT Sanggaragro Karya Persada.

Terlihat para anggota DPRD Kabupaten Bima dalam dengar rapat terkait kasus sengketa antara PT Sanggarargo Karya Persada dengan Rakyat Desa Oi Katupa di Kabupaten Bima. (ist)

“Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat meninjau lokasi pabrik yang berada di kaki gunung Tambora, Kabupaten Bima, Jumat (13/12/2019), silam.

Dalam kunjungan tersebut, gubernur melakukan panen perdana bahan baku daun untuk membuat minyak kayu putih. Zulkieflimansyah juga melihat proses pembuatan mulai dari panen di pohon hingga menjadi minyak kayu putih yang siap dipasarkan.

PABRIK TERBESAR: Gubernur Dr H Zulkieflimansyah mengunjungi pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia ada di NTB, tepatnya di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima belum lama ini.( Foto/Dok)

Bang Zul, panggilan akrab Gubernur NTB menegaskan, berbicara industrialisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan hadirnya industri ini akan menambah kepercayaan diri masyarakat NTB. Hadirnya industri tersebut, katanya, dapat memberikan manfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini terlantar.

“Harapannya ke depan, tentu kalau semua tanamannya ini tumbuh bagus, kita memelihara dua tahun saja, tapi dua puluh lima tahun yang akan datang, kita tinggal memetik hasilnya,” ujarnya.

Hadirnya industri ini juga akan menjamin kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sudah sejahtera, maka jaminan kesehatan dan pendidikan akan meningkat.

Selain itu, lanjutnya, ke depan akan dibangun sekolah khusus di lokasi pabrik tersebut. Hal itu untuk menjamin sumber daya manusia yang akan mendukung keberlangsungan pabrik tersebut selain itu juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat lokal sehingga tidak lagi mengambil tenaga kerja dari luar.

 Akan Di Bangun SMK Kayu Putih?

PABRIK TERBESAR di Dunia: Gubernur Dr H Zulkieflimansyah mengunjungi pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia ada di NTB, tepatnya di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima belum lama ini.( Foto/Dok)

“Berikutnya, tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Sanggaragro Karya Persada, Jimmy Sumitro mengungkapkan, pabrik minyak kayu putih itu dilengkapi dengan mesin penyulingan yang modern dengan kapasitas produksi daun minyak kayu putih sekitar 60 ton per hari. Dari 60 ton itu dapat menghasilkan minyak kayu putih sekitar 1 ton. Kalau dinilaikan dengan uang, sekitar Rp 300 juta per hari. 

Namun untuk panen pertama, pabrik ini baru bisa mengolah daun minyak kayu putih sekitar 30 ton. “Lahan yang akan kita manfaatkan untuk tanaman pohon kayu putih ini sekitar 5.000 hektare. Namun yang sudah kita tanam, baru sekitar 2.500 hektare,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk mendukung suplai bahan baku, pihaknya telah melakukan variasi tahun tanam sejak 2016 hingga saat ini. Hanya saja, bibitnya masih disuplai dari luar NTB.

Keberadaan PT Sanggaragro Karya Persada yang bergerak di bidang Minyak Kayu Putih, terus saja menggerus dan mengancam kehidupan warga Oi Katupa Kecamatan Tambora.

Tameng Hak Guna Usaha (HGU) dihamparan kaki Gunung Tambora bagian utara itu, menjadi senjata ampuh yang tidak bisa di lawan, apalagi sekelas rakyat kecil yang menggantung nasib dan masa depannya di tanah keramat Tambora.

Gundahnya rautan warga yang mendiami Desa Oi Katupa pemekaran dari Desa Kawinda Toi tersebut, sepertinya masih ada secercah mentari yang semoga bisa menyinari kekhawatiran akan penggusuran sebagaimana ancaman terbaru perusahaan tersebut.

Adalah legislator Edi Mukhlis menyuarakan isi hati warga Oi Katupa, saat Paripruna Raperda Pertanggungjawaban Bupati Bima terhadap ABPD tahun 2019, Senin (15/6) kemarin.

Dihadapan Bupati Bima, Indah Damayanti Puteri, ‘Macan’ parlemen Kabupaten Bima ini, menginterupsi Ketua DPRD, M Putera Feriyandi selaku pimpinan rapat paripurna, demi menyuarakan apa yang tengah dialami rakyat Kabupaten Bima nan jauh di tanah Oi Katupa Tambora.

Duta Nasdem ini, dengan lantang penuh keseriusan, mengetok hati nurani orang nomor satu di Kabupaten Bima tersebut, agar serius mencarikan jalan keluar dari keluhan warga Oi Katupa yang terus digusur tempat berladang dan tempat tinggalnya.”Bupati harus turun dan memerintahkan timnya, agar menyelesaikan permasalahan besar yang dihadapi warga Oi Katupa dengan PT Sanggaragro Karya Persada. Sebab hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut, apalagi sampai menyia-nyiakan nasib yang tengah dialami warga Oi Katupa,”lantangnya.

Beberapa waktu lalu saat turun langsung melihat kondisi masyarakat Oi Katupa, sebutnya dihadapan Bupati Bima pada rapat paripurna tersebut, banyak fakta dan indikasi yang memang merugikan warga atas keberadaan PT Sanggaragro Karya Persada.

Pencaplokan lahan atas nama HGU yang dimiliki PT tersebut, katanya, perlu ada kejelasan dan mesti pula dikrafikasi oleh Pemkab Bima, agar masyarakat tidak terus dirugikan.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bima ini, juga menyitir kebijakan yang dikelurakan Bupati Bima dengan menjanjikan lahan seluas 300 hektar pada warga Oi Katupa, saat mereka menggelar aksi long marc hingga di Kantor Bupati.”Bupati harus menjelaskan dan menjawab, janji memberikan lahan 300 hektar pada para warga Oi Katupa. Sebab sampai hari ini, ratusan warga masih bingung dan belum mendapatkan kejelasan, mana lahan seluas itu yang dijanjikan,”ujarnya.

Saat paripruna tersebut, Bupati IDP, tidak menjawab langsung apa yang dinyatakan Edi Mukhlis. Ruang untuk menjawab hal itu, kata pimpinan rapat paripurna, disampaikan kembali saja pada saat rapat-rapat fraksi dan komisi terkait.

Sementara itu, Bupati Bima, Indah Damayanti Puteri yang dihadang usai paripurna, menjawab perihal itu, bahwasanya permasalahan di Oi Katupa, pemerintah daerah ada timnya yang terbentuk, kemudian memang Pemerintah Provinsi NTB meminta Pemkab Bima memfasilitasi. “Jadi permasalahan itu, memang tidak bisa kita bedah secara cepat karena tim yang bekerja yang lebih paham. Jadi saya sarankan ada koordinasi awal dengan sejumlah pihak,”jawabnya.

Soal adanya keluhan warga yang menyebutkan ada ancaman dari PT Sanggar Agro yang akan menggusur lahan warga, Bupati mengatakan, tidak bisa mengomentari. Sebabnya sudah ada penetapan, mana lahan yang menjadi tempat tinggal, mana lahan yang dijadikan lahan pertanian, mana lahan yang dijadikan lepasan ternak.

“Kita tidak boleh melihat bahwa masyarakat merasa di usir. Kita harus melihat dulu permasalahan awalnya. Apakah mereka menempati lahan yang sudah ditetapkan atau tidak. Saya pribadi tidak dalam posisi menyalahkan PT atau menyalahkan masyarakat. Tapi dengan komitmen kedua belah pihak itu, semua sama-sama mengamankan apa yang menjadi komitmen awal,”tutupnya.

Pan Brothers Group Bangun Pabrik Minyak Kayu Putih di Bima NTB

Anak perusahaan dari Pan Brothers Group yakni PT Sanggar Agro Karya Persada bangun pabrik minyak kayu putih di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Perusahaan tersebut melakukan panen perdana daun kayu putih dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada , Kamis (12/12). Usai panen, sapaan Dr Zul itu melihat proses pembuatan mulai dari panen di pohon hingga menjadi minyak kayu putih yang siap dipasarkan.

“Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih di kaki gunung Tambora ,” ungkapnya.

Dikatakan Dr Zul, bicara industrialisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan hadirnya industri ini, akan menambah kepercayaan diri masyarakat NTB. Hadirnya industri ini dapat memberikan manfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini tidak dimanfaatkan.

“Harapannya ke depan, tentu kalau semua tanamannya ini tumbuh bagus, kita memelihara dua tahun saja, tapi dua puluh lima tahun yang akan datang, kita tinggal memetik hasilnya,” kata dia.

Keberadaan industri ini juga akan menjamin kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sudah sejahtera maka jaminan kesehatan dan pendidikan akan meningkat.

Ke depan akan dibangun sekolah khusus di lokasi pabrik tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjamin sumber daya manusia (SDM) yang akan mendukung keberlangsungan pabrik tersebut. Hal ini juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Sehingga tidak lagi mengambil tenaga kerja dari luar.

“Tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini,” jelasnya.

Direktur PT. Sanggar Agro Karya Persada Jimmy Sumitro memaparkan, pabrik minyak kayu putih ini telah dilengkapi mesin penyulingan yang modern. Sehingga, dalam sehari, kapasitas produksi daun minyak kayu putih sekitar 60 ton.

Dari 60 ton itu, dapat menghasilkan minyak kayu putih sekitar 1 ton. Kalau dinilaikan dengan uang, sekitar 300 juta per hari. Namun untuk panen pertama, pabrik ini baru bisa mengolah daun minyak kayu putih sekitar 30 ton.

“Lahan yang akan kita manfaatkan untuk tanaman pohon kayu putih ini sekitar 5 ribu hektar. Namun yang sudah kita tanam, baru sekitar 2.500 hektar,” jelasnya. (@)

>Penulis  :   Kamal Jaya/ Salahudin Ramli
>Editor    :   FS. Donggo.
>Redaksi :   Media Stabilitas Group.