admin June 20, 2020

MEDIA STABILITAS.COM,- (JAKARTA) – Adanya penyebaran virus korona atau Covid-19 menjadi tantangan bagi seluruh sektor industri, tak terkecuali industri media.

Manajemen PT Stabilitas Nusantara Jaya (SNJ) memaparkan, kinerja kuartal pertama tahun 2020 sedikit menurun akibat penyebaran Covid-19 yang mulai terasa dampaknya pada pertengahan Maret 2020 terhadap pertumbuhan ekonomi. Demikian dikatakan, Fathullah,S.Donggo, di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, hal ini mengakibatkan berkurangnya belanja iklan untuk perusahaan multinasional, dan kehati-hatian dalam belanja iklan pada perusahaan lokal dan e-commerce. Jika melihat laporan keuangan (PT.SNJ)  pada kuartal pertama 2019, laba bersih Media massa ini menyusut. Penurunan laba juga sejalan dengan merosotnya pendapatan.

PT.SNJ yang membidangi Media mengantongi pendapatan pada kuartal pertama tahun ini atau turun tipis 1,51% ketimbang pendapatan pada periode yang sama tahun 2019. Pendapatan dari iklan berkontribusi masih mampu tumbuh 2,72% dari pendapatan iklan pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam rilisnya, FathullahGroup Chairman Media Stabilitas Group juga mengakui, terdapat tanda-tanda awal menunjukkan tren belanja iklan secara keseluruhan yang tidak baik pada tahun 2020.

Akan tetapi, ia optimis bahwa belanja iklan akan meningkat pada kuartal tiga 2020 mendatang dan PT.SNJ percaya masih mampu menorehkan kinerja yang positif sepanjang 2020.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal 1-2020, PT.SNJ memperoleh pendapatan konsolidasi. Nilai tersebut tumbuh 7% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Apabila tanpa penyesuaian forex (rugi/untung) pada masing-masing tahun, laba bersih dibukukan sebesar Rp 20. 000.000 pada kuartal pertama 2020 atau naik 12% dari Rp 30.000.000 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Selain ada potensi penurunan pendapatan dari iklan, Fathullah mengatakan, ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi pemain media sekarang ini.

Misalnya saja dari sisi beban operasional, dimana media kini mulai beralih ke digital. “Sehingga tentu akan ada peralihan serta biaya tambahan untuk sektor media, ujarnya .

Tak hanya itu, beberapa konten pada tahun ini juga mengalami penundaan sampai waktu yang masih belum ditentukan, alhasil mereka kehilangan potensi keuntungan.

Walaupun begitu, Fathullah yang juga Aktifis Demokrasi Kemerdekaan Pers tahun 1999 ini mengatakan, prospek media massa masih cukup menarik di tengah pandemi Covid-19.

Media Stabilitas Group Akan Membaik?

Meski ada penurunan pendapatan pada beberapa media seperti MEDIA STABILITAS GROUP, Fathullah berkata, menyusutnya kinerja bukan dari core bisnis perusahaannya dan penurunan tergolong tidak terlalu dalam memahaminya?.

Makanya, ia memprediksi perusahaan yang bergerak di bidang media massa masih memiliki potensi untuk kembali tumbuh usai Covid-19 berlalu. Media juga menjadi salah satu sektor yang dapat pulih dengan cepat setelah kondisi kembali normal. Demikian ia mengharap.

Fathullah menilai, ada beberapa saham dari sektor media masih menarik untuk dipilih investor pada saat ini. Baginya, khusus Media Stabilitas Group masih sangat menarik untuk dibeli karena prospek ke depannya masih baik dan bagus.

Adapun Media di miliki MS Group, yang berdiri sejak 2005 – sekarang yaitu:

1.-Koran Stabilitas (cetak)
2.-Media Stabilitas (cetak)
3.-Harian Stabilitas.Com (Medsos)
4.-Koran Stabilitas.com (Medsos)
5.-Media Stabilitas.com  (medsos)

Berharap Bantuan Pemerintah?

Pandemi virus corona atawa Covid-19 menyebabkan hampir semua lini bisnis mengalami tekanan. Salah satu yang paling terdampak adalah industri Media Massa yang harus berjuang keras di tengah wabah ini. 

Hal tersebut juga dirasakan PT Stabilitas Nusantara Jaya (SNJ) . Media yang berada dalam di bawah Media Stabilitas Group (MS GROUP) tersebut juga harus memarkir hampir seluruh anak usahanya yang beroperasi di Indonesia. Ini dilakukan demi mendukung upaya penekanan penyebaran virus corona.

Fathullah,S.Donggo mengatakan, kondisi yang dihadapi perusahaan saat ini memang sangat berat. “Asumsi berapa bulan kami tetap bertahan ada banyak, tergantung asumsi yang digunakan dan informasi yang dijadikan elemen yang menganalisa. Prinsipnya, kondisi ini sangat berat untuk banyak industri Media, terlebih MS Group,” kata dia dalam keterangannya kemarin.

Ia menambahkan, di tengah pandemi seperti saat ini prinsip yang diambil perusahaan sebenarnya cukup sederhana. Yakni, bisnis bisa dicari, pendapatan juga, tapi kematian tidak. Karena itu, MS Group Indonesia menjunjung tinggi masalah kesehatan. 

“Maka kami prioritaskan perlindungan kesehatan, kalau kami tidak minimalkan sekarang takutnya pandemi ini malah makin panjang,” jelas dia. 

Karena bisnis industri media massa sedang tak berjalan normal, perusahaan juga sedang mengetatkan ikat pinggang dengan melakukan efisiensi. Ini dilakukan agar opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menjadi yang pilihan terakhir. (*)

Penulis  :   Di Olah Oleh Fathullah,S.Donggo,Mkom.
Editor    :   Owner And CEO MEDIA STABILITAS GROUP & Direktur Peneliti dan pencegahan LSM Komite Anti Korupsi Indonesiia (KAKI-PUSAT)